Sabtu, 27 Juli 2024

NAHDHATUL ULAMA, Qua Vadis ? oleh H Gufron Ali

 

 


NAHDHATUL ULAMA, Qua Vadis ?

NU telah memproduk banyak Penyerang Islam spt. SAS, Yaqut, Masdar F Mas'udi, Marsudi, Abu Janda, Guntur Romli, Ulil Abshar, Sumanto Qurtubi, Nadirsyah Husein, Muqsit Ghozali, Zuhair Misrawi, Luthfi Syaukani, dll, "terlalu banyak" kalau harus disebutkan semua.

Dan Mereka bukan "oknum", krn jumlahnya banyak & resmi scr struktural direstui serta dibesarkan oleh NU, bahkan di antara mereka justru "Pucuk Pimpinan NU & underbow-nya", shg sepak terjang mereka "sah mewakili NU".

NU saat ini sdh jadi sumber kesesatan dg program ANUS (Aliran Nusantara) -nya, dan hingga kini terus mempropagandakan kesesatannya.

Saking sesatnya NU, hingga sudah layak NU disebut sbg "AGAMA BARU" yg ingin Ambil Islam & Buang Arab serta ganti dg Adat Jawa (Kejawen)", shg apa saja yg dikaitkan dg Islam tp dianggap berbau Arab harus dibuang & diganti dg Tradisi Kejawen.

Akhirnya, mereka pun kampanye : Cadar ganti dg Konde, Jilbab ganti dg Kebaya, Sorban ganti dg Blangkon, Jubah ganti dg Batik, hingga Tilawatil Qur'an ubah dg Lantunan Lagu Jawa, dsb, "masih banyak" lagi.

Sejarah Islam pun mereka ubah : Wali Songo yg notabene keturunan Arab, bahkan Habaib, disebut dari China. Islam datang ke Indonesia dari Arab, mereka sebut datang dari China.

Dan tanpa punya rasa malu mereka pun menyatakan bhw "tanpa China maka tidak ada Islam di Indonesia, bahkan tdk ada Indonesia".

Ironisnya, di Indonesia yang dulu kerja sama dg penjajah adl China & yg kini jadi Antek Asing pun China, serta yg korupsi trilyunan rupiah juga China, tapi yg dipuja-puji China, sdg dimusuhi NU justru ARAB.

Lihat saja di "Grup2 WA NU & Medsos Resmi NU" lainnya, tiap saat memuja-muji AHOK & 9 NAGA, sambil terus mereka serang HRS & hujat ANIS dg mengarab2-kannya & menyebutnya sbg ONTA serta istilah hinaan lainnya.

Sungguh Ajaib, justru Arab yg berjasa dlm perjuangan kemerdekaan Indonesia, mereka sebut PENJAJAH, sdg China yg nyata2 khianati kemerdekaan Indonesia, tp mereka sebut sbg PAHLAWAN.

Dan kini, Habaib & Ulama Istiqomah mereka musuhi, lalu para pecinta Habaib & Ulama Istiqomah mereka sebut KADRUN (Kadal Gurun), yaitu istilah yg pernah digunakan PKI utk menyebut Kaum Kyai dan Santri di tahun 60-an, krn PKI sangat Rasis & Fasis serta amat ANTI ARAB.

Saat ini peran PKI tsb scr sadar "diambil alih" oleh NU, krn memang di awal tahun 60-an NU & PKI pernah punya hubungan sangat "intim & mesra", shg scr bersama ketika itu memusuhi Partai Islam terbesar yaitu MASYUMI. Bahkan NU & PKI kala itu "berkolaborasi" mendorong Presiden Soekarno utk membubarkan MASYUMI & menangkapi para tokohnya.

Anehnya, masih saja ada "oknum" Habaib & Kyai yg "tidak merasa malu" dg perilaku NU tsb, bahkan merasa "aman & nyaman" jadi pengurus NU, atau "senang & bangga" mengaku sbg NU, dg dalih utk jaga & perbaiki NU. Namun Faktanya NU semakin hari semakin rusak & bertambah parah.

Mestinya, jika sebuah kendaraan supirnya sudah MABUK, apalagi sudah GILA, maka hanya ada dua pilihan : "Ganti Supir atau Ganti Kendaraan". Jika tidak mau Ganti Supir & tidak mau juga Ganti Kendaraan, maka siap-siap saja masuk jurang bersama supir & penumpang lainnya.

Semoga Habaib & Ulama Istiqomah bersama Umat Islam selalu dilindungi & diselamatkan Allah SWT dari Kebejatan & Kesesatan NU.

Allahumma Innaa Na'uudzu Bika Min Syarri NU.

Minggu, 21 Juli 2024

Jamaah masjid Nurussyafaah melakuakn Tadabur Alam ke Pantai Ciletuh Sukabumi

 Pada hari Sabtu tanggal 20 Juli yang bertepatan denagn hari Sabtu 2024 sekitar jam 7 pagi, para jamaah

 Nurussyafaah yang terdiri dari :

- Pa H Husen

- Pa H Kamal

- Pa H Badru

- Pa H Dedi

- Pa Agus Muldani

- Pa Agus Efendi

- Pa Agus Onyo

- Pa H Iran

- Pa Sukmana

- Pa  Mas Poyo

- Pa H Aam

Melakukan piknik ke pantai Ciletuh Sukabumi dilanjutkab ke Ujung Genteng dengan memakan waktu

 sekitar 2 hari dengan bioaya 150 ribu/orang. Pwjalana tersebut menggunakan mobil Elf.

Semoga mereka selamat dan kembali dengan membawa kenangan indah.

Dan ini dokumenya :







Perbaikan lantai masjid Nurussyafaah yang rusak akibat gempa tanggal 4 Juli 2024

  Pada hari Kamis tanggal 4 Juli 2024 sekitar jam 8 pagi, DKM Masjid Nurussyafaah mengadakan kegiatan yaitu memperbaiki ubin lantai yang rusak (lepas sehinnga muncul ke atas),, yang diakibatkan akibat gempa bumi yang terjadi beberapa tahun yang lalu di kabupaten Cianjur



.

Lantai yang diperbaiki tersebut adalah tempat dipakainya alas lantai untuk sekolah PAUD Nurussyafaah sehingga kalo tidak diperbaiki akan mengakibatkan bahayya bagi anak yang lewat atau menginjak.

Perbaikan tersebut selama 2 hari oleh tukangnya.