Selasa, 18 Juni 2024

KETAATAN DAN PENGABDIAN SECARA TOTALITAS oleh H. Gufron Ali

 


MUHASABAH

KETAATAN DAN PENGABDIAN SECARA TOTALITAS

Saudaraku,
Ibadah qurban seperti juga ibadah lainnya dalam Islam merupakan bentuk pengabdian kepada Allah Azza wa Jalla yang merupakan manifestasi dari iman. Tujuannya adalah untuk mencapai derajat takwa...

Ibadah qurban merupakan perwujudan rasa syukur atas nikmat Allah Azza wa Jalla yang tak terhingga jumlahnya yang telah kita terima. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla,

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗفَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

"Sesungguhnya kami Telah memberikan kepada-mu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah."

(QS. Al Kautsar: 1-2)

Dalam firman-Nya Allah Azza wa Jalla menyatakan akan menambah nikmat-Nya bagi mereka yang bersyukur dan sebaliknya siapa yang mendustakan maka bersiap-siaplah dengan azab Allah Azza wa Jalla yang amat pedih. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.”

(QS. Ibrahim: 7)

Saudaraku,
Melalui ibadah qurban kita mengenang kembali dan mencoba meneladani perjuangan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam dan putranya Ismail. Rangkaian peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim 'alaihi sallam yang puncaknya dirayakan sebagai hari raya Idul Adha harus mampu mengingatkan kita bahwa yang dikurbankan bukanlah manusianya, tetapi yang dikurbankan adalah sifat-sifat kebinatangan ( khayawaniyah) yang ada dalam diri manusia seperti rakus, ambisi yang tidak terkendali, dzalim, menindas, menyerang, dan tidak mengenal hukum atau norma apapun. Sifat-sifat yang demikian itulah yang harus dibunuh, ditiadakan, dan dijadikan kurban demi mencapai qurban (kedekatan) diri kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Azza wa Jalla mengingatkan dalam firman-Nya,

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

"Daging hewan kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

(QS. Al Hajj: 37)
 
Dengan demikian tidaklah ada kaitan antara daging dan darah dengan qurban (kedekatan) kepada Allah Azza wa Jalla, kalaupun ada yakni dalam rangka meringankan beban mereka yang membutuhkan, membela orang yang lemah dan meningkatkan derajat kemanusiaan. Dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam, kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa harus siap mengorbankan segala sesuatu yang paling kita cintai sekalipun, guna mentaati perintah Allah Azza wa Jalla...

Saudaraku,
Allah Azza wa Jalla berfirman,

فَاتَّقُوااللهَ مَااسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفَقُوْا خَيْرًا لاَنْفُسِِكُمْ وَمَن

يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَاُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesangupanmu, dengar dan taatlah, nafkahkanlah yang baik untuk dirimu, dan siapa yang dipelihara dirinya dari sifat kikir, merekalah orang-orang yang beruntung."

(QS. At Taghabun: 16)

Dalam kaitan dengan perjuangan, kita sangat dituntut memiliki kemauan dan kesanggupan yang luar biasa untuk berqurban dengan harta yang kita miliki, karena memang perjuangan itu tidak mungkin bisa berhasil dengan baik tanpa adanya pengorbanan. Namun yang paling penting bukan  besar dan kecilnya bentuk  pengorbanan kita itu, tetapi berkurbanlah yang sesuai dengan tingkat kemampuan maksimal kita yang dilandasi ketaqwaan keikhlasan yang tinggi. Inilah pula yang menjadikan penyebab mengapa orang yang memiliki kemampuan dengan harta tapi tidak mau berqurban dengan menyembelih hewan qurban diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tidak boleh mendekati tempat shalat, yaitu masjid. Sebagaimana sabda beliau,

مَنْ كَاَنَتْ لَهُ سَعَةً وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلانَا. ( رَوَاهُ اَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ)

"Barangsiapa yag telah mempuyai kemampuan berqurban, dan dia tidak mau melaksanakannya, maka janganlah dia menghampiri tempat shalat kami."

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Qurban merupakan bentuk ketaatan totalitas dalam  ketaqwaan kepada aturan Allah Azza wa Jalla, sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Karena inti dari keislaman kita adalah ketundukan secara totalitas kepada Allah Azza wa Jalla. Apapun yang datang dari Allah Azza wa Jalla adalah sebuah kebenaran  mutlak. Seluruh perintah Allah Azza wa Jalla pasti akan mendatangkan hikmah bagi manusia dan apapun yang dilarang oleh Allah Azza wa Jalla pastilah perkara tersebut sangat berbahaya bagi manusia. Qurban merupakan sarana berbagi dengan kaum dhuafa, dan bentuk ungkapan cinta kepada mereka. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَا عَائِشَة أحبي الْمَسَاكِين وقربيهم فَإِن الله يقربك يَوْم الْقِيَامَة

“Wahai Aisyah cintailah orang orang miskin dan dekatkan dirimu dengan mereka  maka niscaya Allah dekat denganmu di hari kiamat.”

(HR. Tirmizi)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa mentaati perintah dan menjauhi larangan dari Allah Azza wa Jalla secara totalitas untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

Wallahua'lam bishawab

Minggu, 16 Juni 2024

Video perayaan qurban Idul Adha 17 Juni 2024 di Masjid Nurusyafaah







 





Perayaan Idul Adha tanggal 17 Juni 2024 di masjid Nurussyafaah

     Pada tanggal 17 Juni 2024, DKM masjid Nurussyafaah yang berlokasi di perumahan BTN Bumimas Ds Sirnagalih Kec Cilaku Kab Cianjur, merayakan perayaan sholat Idul Adha yang dimuali sekitar jam 6.30 Wib

Bertindak selaku khotib dalam perayaan tersebut adalah H Shihabudin , sementara imam oleh pa H  ustadz Kamal.

Untuk tahun 2024 ini, alhamdulilah DKM masjid Nurussyafaah berqurban 8 ekor sapi dan 4 ekor domba dan 1 kambing.

Sementara untuk tukang potong sapi ada 7 orang yang didatangkan langsung dari luar

Berikut foto foto nya ;

Pa H Shihabudin

 

Nama nama  masayarakat BTN Bumimas yang berqurban






















Nama susunan panitia perayaan Idul Adha

 

                 Untuk videonya bisa dilihat disini 

VIDEO PERAYAAN IDUL ADHA MASJID    NUSYAFAAH           

Kamis, 13 Juni 2024

PENYESALAN AKAN MEMBUKA PINTU TAUBAT oleh H GUFRON ALI

 



PENYESALAN AKAN MEMBUKA PINTU TAUBAT

Saudaraku,
Hidup di dunia ini ibarat masa menanam, dan hidup di akhirat adalah masa menuai. Kalau tidak maksimal menanam amal kebaikan di dunia, bagaimana mungkin bisa menuai kebahagiaan di akhirat? Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُون

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

(QS. Al-Mu’minun: 115)

Saudaraku,
Penyesalan akan membuka pintu taubat, sekalipun datangnya di belakang, dan tidak mungkin ada di depan. Karena penyesalan datang apabila seseorang sudah melakukan sesuatu kekhilafan. Kita jadikan penyeselan itu sebagai pembelajaran besar untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Bersabar dengan selalu mengambil hikmah dan kebaikan dari kejadian yang menimpa kita serta selalu bersiap siaga. Sebagaimana, Allah Azza wa Jalla berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan negeri kalian dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”

(QS. Ali-Imran: 200)

Saudaraku,
Hilangkanlah rasa takut dan khawatir terhadap segala sesuatu masalah yang datang. Sebagaimana, Allah Azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

(QS. Fushilat: 30)

Saudaraku,
Apakah kita masih sering dibayangi masa lalu? Ataukah mungkin ada kesalahan-kesalahan pada masa lalu yang masih kita sesali? Masa lalu tak akan bisa kita genggam lagi. Kita tak bisa mundur ke belakang dan memperbaiki kesalahan yang ada pada saat itu. Waktu akan terus membawa kita melaju ke depan. Kita akan terus ditarik ke depan untuk melanjutkan perjalanan kehidupan...

Saudaraku,
Ada proses pendewasaan di balik setiap penyesalan. Diri kita yang hari ini berbeda dari diri kita yang dulu karena pengalaman dan penyesalan yang mengubah kita. Bila kita bisa mencoba sisi baik dari setiap kejadian yang ada, kita akan tumbuh lebih dewasa dari waktu ke waktu. Masalah hadir untuk menjadikan kita semakin banyak belajar memetik dan memaknai hikmah kehidupan dengan cara yang lebih bijak...

Saudaraku,
Dalam Al-Quran, disebutkan beberapa bentuk penyesalan manusia. Kali ini akan kita simak bentuk sesal dengan lafal “layta” (لَيْتَ). Dalam bahasa Arab, ungkapan “layta” menunjukkan angan-angan yang mustahil tercapai...

Andaikan kami taat kepada Allah dan Rasul-Nya,

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan taat pula kepada Rasul.”

(QS. Al-Ahzab: 66)

Saudaraku,
Penyesalan pada hari akhir tidak mampu membuat waktu berjalan mundur. Yang sudah terlambat, marilah berubah, sebelum penyesalan tidak lagi berguna,

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ] وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku seraya bersabda, “Jadilah - di dunia ini - layaknya orang asing atau pengembara.”
Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al-Bukhari)

Saudaraku,
Dalam terminologi agama Islam, upaya untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, dinamakan taubat. Pada intinya taubat mengandung makna meninggalkan dosa-dosa, baik kecil ( al-Shaghair) apalagi besar ( al-kabair) disertai penyesalan yang mendalam. Secara sufistik, taubat dipandang sebagai pangkal tolak atau tangga pertama dalam perjalanan menuju Allah Azza wa Jalla ( al-tawbah ashl kulli maqam). Tanpa taubat, manusia tidak bisa mendapatkan akses menuju ke jalan atau orbit Allah Azza wa Jalla...

Saudaraku,
Bagi Imam Ghazali, taubat yang baik adalah taubat yang memenuhi tiga kriteria. Pertama, meninggalkan dosa-dosa ( al-iqla' an al-dzunub). Kedua, berjanji tidak mengulangi ( al-azm an la ya'uda). Ketiga, menyesali diri atas dosa-dosa yang diperbuat dan atas hilangnya kesempatan dan peluang baik secara sia-sia ( al-nadam`ala ma fata). Kriteria yang ketiga di atas, yaitu penyesalan, dipandang Imam Ghazali sebagai kunci sukses taubat. Hal ini, karena tanpa penyesalan yang mendalam, sukar dibayangkan seseorang akan benar-benar bertaubat. Itu sebabnya, Nabi  Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memandang bahwa penyesalan itu identik dengan taubat itu sendiri, sebagaimana sabda beliau, ''al-Nadamu taubatun, penyesalan adalah taubat itu sendiri.''

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menyesali setiap kekhilafan yang pernah kita lakukan untuk membuka pintu taubat dan meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

Wallahua'lam bishawab